Casu Marzu: Keju Belatung Ekstrem dari Sardinia
https://rajamakan.com/ – Casu Marzu, keju belatung asal Sardinia, Italia, menjadi ikon kuliner ekstrem yang menarik perhatian dunia. Keju ini bukan hanya menantang dari segi rasa, tetapi juga dari proses pembuatannya yang unik. Meskipun bagi sebagian orang terdengar menjijikkan, penduduk Sardinia tetap menjadikannya sebagai kebanggaan kuliner lokal.
Apa Itu Casu Marzu?
Dalam bahasa Sardinia, Casu Marzu berarti “keju busuk”. Pembuat keju menggunakan susu domba segar, lalu membiarkannya difermentasi oleh larva lalat keju (Piophila casei). Lalat-lalat tersebut bertelur di atas keju, dan larva yang menetas mulai mengurai lemak keju. Proses ini menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa tajam yang khas.
Alih-alih menghindarinya, penduduk lokal justru menikmati keju ini ketika belatung masih hidup. Bagi mereka, kehadiran larva menandakan kesegaran dan kualitas terbaik dari keju tersebut.

Mengapa Casu Marzu Sangat Kontroversial?
Otoritas pangan di banyak negara menolak Casu Marzu karena proses pembuatannya melibatkan larva hidup. Mereka menganggap keju ini tidak sesuai dengan standar kebersihan modern. Namun, warga Sardinia terus mempertahankan tradisi ini secara turun-temurun.
Mereka tidak menjualnya di toko, melainkan membagikannya dalam komunitas atau menyajikannya saat acara penting. Bahkan, sebagian orang menganggap Casu Marzu sebagai simbol identitas budaya yang harus dilestarikan.
Bagaimana Cara Menyantap Casu Marzu?
Orang yang berani mencoba keju ini biasanya menyiapkan roti pipih untuk menikmatinya. Mereka memotong keju menjadi bagian kecil lalu menyantapnya bersama belatung yang masih aktif. Karena larva bisa meloncat hingga 15 cm, sebagian penikmat Casu Marzu menutupi wajah mereka sebagai pelindung.
Meskipun pengalaman ini ekstrem, rasa keju yang creamy dan gurih justru membuat banyak orang ketagihan. Teksturnya berbeda jauh dari keju biasa, dan cita rasanya meninggalkan kesan mendalam bagi yang mencobanya.
Casu Marzu dalam Budaya Sardinia
Warga Sardinia menyajikan Casu Marzu pada berbagai momen penting seperti pernikahan atau festival lokal. Mereka menganggap keju ini bukan sekadar makanan, tetapi warisan budaya yang mewakili kekayaan tradisi.
Kini, beberapa komunitas mendorong agar Casu Marzu, keju belatung asal Sardinia, mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Langkah ini bertujuan melestarikan keju ekstrem tersebut agar tetap hidup di tengah arus globalisasi dan modernisasi.
